“Ngopi Yuk!” ungkapan ini paling sering dipakai sebagai ajak untuk sekadar ngobrol, curhat, ngegosip  atau bahkan diskusi serius. Daya tarik kongkow di kedai kopi sambil ngobrol sana-sini diniscaya mampu mengeluarkan kreativitas seseorang, begitu juga dengan kemampuan berkomunikasinya. Mengapa kopi?

 

Maka wajar bila kedai kopi, entah yang franchise dari Barat (dan Korea) atau lokal Indonesia begitu menjamur sekarang ini. Pada era digital dan menguatnya ekonomi kreatif saat ini, kemampuan berkomunikasi menjadi sangat diperlukan di berbagai aspek pekerjaan. Tentu tujuannya agar dapat melancarkan hubungan dengan orang lain seperti partner bisnis, klien, bos, dan juga kepada karyawan. Karena sejatinya, seperti kata presenter TV Hilbram Dunar  ilmu komunikasi itu sudah menjadi life skill bagi orang yang ingin menjalin hubungan baik kepada siapa saja.

 

"Indikator keberhasilan suatu perusahan bisa dilihat dari cara SDM mereka menyampaikan sesuatu kepada atasan, klien, dan market, baik verbal ataupun non-verbal," katanya di tengah peluncuran IdeAlogic, sebuah perusahaan konsultan di bidang capacity building yang berfokus pada public speaking, beberapa waktu lalu di Jakarta.
    

Efektivitas sebuah komunikasi selain ditentukan dengan verbal dan non-verbal, juga bisa dibantu dengan faktor lain di luar itu. Salah satunya, yang sudah menjadi bahan berbagai penelitian, adalah kopi. Silakan simak fakta-fakta ini jika Anda bertanya mengapa.

 

Kopi memperbaiki suasana hati
Studi dari Harvard’s School of Public Health pada 2014 menyebutkan, kafein dalam kopi mampu membuat suasana hati seseorang menjadi lebih baik. Tentu berkomunikasi dengan bekal suasana hati yang baik akan membantu kelancaran komunikasi tersebut.

 

Kopi meningkatkan fungsi otak
Para peneliti dari John Hopkins University menemukan, minum satu cangkir kopi (200 gr) setiap hari dapat meningkatkan kemampuan otak dalam merekam dan mengingat banyak hal. Kemampuan ini dibutuhkan untuk menangkap apa yang disampaikan lawan bicara Anda dan juga untuk menyampaikan gagasan atau pendapat Anda kepadanya.

 

Meningkatkan daya Serap
Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa 200 mg kafein dapat membuat kita mampu mengidentifikasi kata dan frasa lebih cepat daripada jika dilakukan tanpa mengonsumsi kafein. Tentu ini sangat penting dalam sebuah komunikasi agar interaksi berlangsung dengan efektif dan efisien.

 

Jadi, jelas sudah, mengapa kita seringkali merancang meet-up dengan teman, mitra bisnis, maupun klien di coffee shop, bukan? (Hyu/Chi)